Hebohnya Tour d’ Pabrik Soklat Jenggawah…

Soklat :)

Soklat :)

Horeeeee…!!!! Akhirnya kesampaen juga jalan-jalan ke Pabrik Soklat..!! :D Norak sih emang.. tapi pasti sudah maklum dengan keadaan saya yang tengil ini agag…

Sahabat.. Taukah anda kalau Pusat Penelitian Kopi Dan Kakao yang tahun lalu genap 100 tahun dan memecahkan rekor MURI pembuatan Cangkir Terbesar di Indonesia itu ada di Jember..?? Taukah anda kalau dari tanah Jember ini sudah di ekspor hasil bumi berupa kopi dan kakao ke banyak negara di dunia..?? Taukan juga kalau di Jember pula alat-alat untuk membuat kopi dan Kakao itu di rakit ..?? Keakean takon yo Rek..?! :P Tapiiii… itu semua memang benar adanya kok. Mendengar 100 tahun sudah pusat penelitian ini berdiri saja saya sudah sangat terkagum-kagum. Apalagi bisa melihat langsung bagaimana perkebunan penghasil kakao dan kopi ini dari dekat. Suerr..!!

Pergi ke puslit kopi dan kakao adalah impian saya agag… Maklum selama ini saya belum pernah sama sekali nengokin tempat yang satu ini. Tinggal di Jember tercinta puluhan tahun kok ya nggak tau bagaimana bentuk, cerita, rasa kopi dan kakao Jember :) Kan cek nggak’e..!! :D

Pagi menjelang siang itu kami segambreng berangkat. Dan ternyata teman-teman yang ikut nggak cuma arek Jember tapi juga datang dari surabya loh. Ya pagi itu selain arek JB, teman-teman dari couchsurfing Jember, dan teman segambreng (8 orang) dari Surabya juga gabung bareng kita. Suasananya…?? HEBRING…!! agagag…

Gimana gak hebring… Nyampe dipintu gerbang kebun Renteng aja wes heboh topotoan. Suasanane esip rek..!! Adeeem.. pohone degede. Sejauh mata memandang hijaaaau semua. Susananya khas perkebunan. Bersih pula. Beberapa kali terlihat pekerja yang menggunakan sepeda onthel wara wiri. Masuk lagi kedalem nyampe juga di depan kantin. Disini juga langsung heboh beli ini beli itu, nyoba ini nyoba itu. Mulai es cream seharga 3000 perak, kopi cream, cokleat cream, soklat batangan, hadaaah..!! Whuaaaa..!! ruameeee..!! agag.. belom lagi jeprat sana jepret sini :P Sing ngelayani taker posang ..!! agag…

Segitu aja..?? Nggaaaak laaah..!! Karena sebenarnya trip nya baru saja akan dimulai… :D Ditemani perwakilan dari PUSLIT Kopi Kakao kami yang wes rame ini langsung digiring menjelajah ke tempat pembuatan mesin, kebun soklat, proses bagaimana kopi dan Kakao itu dibuat dari awal sampai bisa menjadi prodak siap jual. Selama mengikuti tour itu nggak sedikit sahabat JB yang manggut-manggut mendengar penjelasan si Bapak. Tapiiii nggak sedikit pula yang teteup ekis jeprat sana jepret sini.. Hadaaaah…!!!

Sebenarnya sih kalau mau jujur kacang ijo yang paling ditunggu-tunggu itu adalah saat kunjungan ke pabrik SOKLAT..! #horeeeee..plokplokplok :D Jadiiii meski dengan seksama mendengar penjelasan si bapak… dan bertanya sana-sini.. dalam hati dan pikiran kita semua yang ada terus berbunyi : “kapan tutuk pabrik soklat’e yoo.?” agagag.. :P

Eeeit..tunggu dulu. Selain tau bagaimana pabrik, kebun, dan proses produksi kopi dan soklat disini kami juga dijelaskan tentang bio gas. Ternyata oh ternyata, PUSLIT KOPI KAKAO sudah menerapkan bio gas sebagai salah satu pendukung proses produksi mereka. Jadi nggak pake tekhnologi yang bakalan merusak lingkungan. Tuuuh kaaan… kereeen beangget..!! Go Greeen getoh…!!! :D

Yang ditunggu-tunggu pun akhirnya datang jugaaa. Tempat produksi SOKLAT..!! Horeeee…!!! Kami semua diminta untuk cuci tangan.. juga melepas alas kaki.. Baru deh boleh masuk.. Yuuuk mareeee…!! wes pokoke di dalam ruangan membuat coklat ini griduh kuabeh :) Apalagi pas dibilang “soklatnya silahkan di coba.. gratis” gruduk..gruduk..gruduk.. wuakakak..!! Hal yang sama pun nggak jauh beda kok pas sampai tempat proses bagaimana kopi-kopi itu dibuat. Tapi kalau disini ada ruang steril yang kita nggak boleh “nyunguk” sama sekali :) Liat dari kaca aja.

Tour d’ Pabrik Soklat sebenarnya belum selesai karena kita seharusnya bisa liat bagaimana proses pembuatan sabun batangan dan cair yang bahan bakunya dari kakao. Tapi sayang kita melewatkan kesempatan itu. Acara topotoan ternyata gak mari-mari :) Sadar-sadar ternyata dah ninggalin lokasi pembuatan sabun. Ya… kita semua emang doyan poto. Dimana… kapanpun.. kalo judulnya topotoan langsung POSE :D

Tour kita pagi sampai siang itu ditutup lagi-lagi dengan topotoan dan belanja belinji di kantin. Topotoanya kali ini bareng si Bapak yang jadi tour guidenya. Belanja belinji memang request dari sahabat JB yang mau beli leholeh buat pacar, keluarga dan teman dirumah :) Mulai sabun, soklat batangan, bubuk kopi semua diborong.

Mengunjungi Puslit Kopi dan Kakao membuka banyak sekali wawasan dan pengetahuan. Tidak hanya tau bagaimana sejarahnya dulu tapi juga mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap Jember. Kota kecil di Jawa Timur yang memiliki banyak sekali potensi.

Banyak pengusaha dari mancanegara yang sudah datang. Begitu pula dengan Mahasiswa, dan rombongan lainya. Tidak sedikit yang dari luar Jember tapi banyak juga yang dari Jember. Kami pun sudah berkunjung. Kapan giliran anda..?? :)

Salam.
Eja

Soklat :)
CIMG0529 (Medium)
Denah..
Lokasi Bio Gas..

Share

Wer-Doweran Mangan Ayam Pedes Gumukmas

Ternyata Jember itu kaya akan berbagai jenis kuliner yang tidak kalah dengan kota-kota lainnya di Indonesia. Tidak hanya di daerah perkotaan, tetapi juga di daerah pedesaan yang jauh dari keramaian kita bisa mendapatkan kuliner yang mantab. Salah satunya seperti warung makan yang sempat saya singgahi di hari Senin kemarin, tanggal 26 Desember 2011. Warung yang menyediakan menu andalan ayam pedas dan terletak di Dusun Menampu, Kecamatan Gumukmas ini sebenarnya sudah lama saya dengar. Ternyata dari sekian banyak referensi yang mampir di telinga saya, hampir semuanya mengatakan jika ayam pedas di warung ini maknyus, meminjam istilah Pak Bondan, hehehe… “AYAM PEDAS PULOREJO BAPAK H. HASAN BASRI” namanya. FYI, warung ini merupakan cikal bakal ayam pedas di daerah Gumukmas dan telah berdiri sejak tahun 1980. Lho, bukannya ayam pedas yang fenomenal disana adalah “Ayam Pedas Hj. Rupini”?! Memang, namun semenjak Hj. Rupini meninggal, sang suami membuka warung dengan namanya sendiri, sedangkan trademark “Hj. Rupini” dipakai oleh anak mereka yang membuka warung di daerah Dusun Menampu juga tetapi berada di pinggir jalan utama, tidak seperti sang Bapak yang berada di daerah perkampungan.

Penasaran?! Langsung saja meluncur ke TKP. Jika kamu kesulitan menemukan warung makan ini, langsung kontak saya dan saya akan menanyakannya ke teman yang jago dalam urusan hafal-menghafal letak suatu lokasi. Karena saya sangat bermasalah dengan menghafal lokasi, yang ada malah bikin nyasar, hahaha… Yang saya ingat hanyalah waktu tempuh Gumukmas dari Jember kota sekitar satu jam berkendara motor. Perlu diingat, warung ini beroperasi mulai jam 6 pagi sampai sekitar jam 6 sore.

Sesampainya di lokasi, saya melihat hamparan sawah dan ladang jagung. Ya, warung ini terletak di pedesaan dengan pemandangan ladang jagung di seberangnya. Pengunjungpun bebas memilih dimana mereka akan menyantap hidangan. Ada dua pilihan, di dalam warung dengan meja dan kursi “modern” atau bisa duduk santai di bale-bale di samping ladang dengan cara lesehan. Tentunya, saya dan beberapa teman lebih memilih lesehan agar bebas bercengkerama dan menikmati hijuanya pemandangan yang ada, lebih santai pula.

Warung ini menyediakan dua olahan ayam pedas, panggang dan kuah. Dengan porsi satu ekor ayam utuh, tidak dipotong per bagian. So, kamu mau tidak mau harus memesan satu ekor ayam untuk mencoba kelezatannya. Walaupun harus membeli satu ekor penuh, warung ini bisa menjual hingga 60 ekor per hari lho, bayangkan bagaimana tersohornya warung ini, hehehe… Karena penasaran, jadilah kita memesan dua-duanya. Tidak lama kok menunggu masakan siap disajikan, mungkin sekitar 15 menit.

Begitu dihidangkan, hemmm… ayam panggang pedas begitu menggoda selera. Di atasnya terdapat sambal yang membuat air liur siapapun mengalir deras, hehehe… Rasanya?! Mantab! Daging ayam kampungnya lumayan empuk dengan bumbu yang meresap dan aroma asap masih terasa. Ya, ketika saya masuk ke dapurnya, pemilik warung makan ini masih menggunakan tungku tradisional serta kayu sebagai sumber api. Pedas gak?! Hemm… Relatif ya. Kalau saya menilai, pedasnya dalam taraf “aman”, sedang-sedang lah… Tapi bagi beberapa teman saya yang juga ikut dalam kesempatan itu, mereka makan sambil meneteskan air mata dan ingus mengalir keluar, hahaha….

Bagaimana dengan ayam pedas kuahnya?! Cukup sedaplah dengan kuah bersantan dan cabe rawit utuh yang banyak mengambang di permukaan kuah. Namun demikian, rasanya tidak mampu mengalahkan “Ayam Pedas Raminten” yang ada di Terminal Genteng Banyuwangi, menurut saya. Pedas dan kental kuah santan berbumbunya masih kalah jauh dengan Raminten. Satu-satunya jalan kalau Anda merasa kurang pedas, ya tinggal menggerus cabe yang ada…

Dari kedua menu masakan yang sudah saya cicipi, saya lebih menyukai ayam panggang pedasnya karena rasa yang lebih nendang, baik bumbu maupun sambalnya. Jadi, bagi kamu yang sedang menungunjungi Puger atau kecamatan lain yang berada di dekat Gumukmas, tidak ada salahnya untuk mencari lokasi makan ini dan mencoba menikmati ayam pedas khas Gumukmas seharga IDR 60rb ini.

*Tulisan ini juga bisa dibaca disini
Jok sampe' dilewati reeekkk... Agagag....
Narsis bersama Pak Haji, agagag....
Cara memasak yang masih tradisional
Iki rek penampakane ayam panggang pedes
Kalau yang ini ayam pedas kuah
Menu komplet

Share

NyerMunyer Mbek SapNyapsapan ..

Bingung..??

Bingung..??

Tau arti kalimat diatas kan..?! :D Kalau anda ASLI Jember pasti tau apa arti nyer-munyer atau sap-nyapsapan yang saya tulis. tapi kalo belum tau dan sedikit bingung Munyer = Keliling sedangkan Nyapsap = Tutuk mana-mana (kemana-mana) agag.. Sedikit keder dan bingung juga neh jelasinya :) (aiooo dibantu..)

Urusan kata selesai. Sekarang saya mau bagi-bagi cerita soal saya yang suka sapnyapsap, kumlaku atau jalan-jalan bareng setiap hari sabtu dan minggu tiba. Bukan hal baru dan wah memang. Tapi jadi sesuatu yang seru kalo acara ngukur jalan itu bikin kita tersesat. Kok bisa..?? ya bisa lah.. buktinya saya :) Buat saya dan sahabat JB yang suka jalan, menjelajah Jember itu nikmat sekali. Meski tau Jember itu luas tapi nggak nyangka sebesar itu. Beberapa desa dan kecamatan sudah pernah saya sambangi. Nggak jarang daya tarik dan potensi wisata yang ada jadi alasan saya segambreng datang. Tapi meski begitu nggak sedikit pengalaman kumlaku saya yang nggak punya tujuan sama sekali. Tiba-tiba berangkat aja, ngikutin sepeda motor yang saya tumpangi mau kemana. Ke kiri aioo ke kanan juga iyo wes :D Moro-moro wes tutuk endhi gak eruh wes agagag…

Pernah dengar dan tau Baban..?? Dusun Baban Desa Mulyorejo Kecamatan Silo yang banyak perkebunan kopinya..? Yang dulu sempet heboh gonjang ganjing bakalan dijadikan tempat penambangan emas..?? ya.. Saya sudah sapnyapsap sampai sana agag.. Meski gak ngerti daerah Silo mana tapi karena tergiur dengan cerita teman yang bilang kalau di Baban itu indah sekali … apalagi ada air terjunya.. saya dan sahabat JB tanpa pikir panjang pun langsung berangkat. Jadilah hari minggu itu kami sama-sama naik motor pergi ke Baban. Dengan bekal secukupnya dan semangat 45 kita pergi. “Meskio gak ngerti.. sing penting budhal sek.. Kan isa takon.. ” kata sahabat saya waktu itu :)

Meeting point pagi itu di halte SMA 1 Jember Jl.Panjaitan. Setelah semua kumpul… perjalanan pun dimulai. Sampai di daerah Mayang… kami pun mulai bertanya dimankah gerangan letak daerah Silo. Dapet petunjuk yang mudah bikin saya dan teman-teman santai saja. Kita terus jalan sambil menikmati hamparan pohon dan padi yang ada disepanjang jalan. Nggak terasa udara mulai dingin menggigit kulit. Dataran tinggi.. bathin saya dalam hati. Ya…. pagi itu gemericik air sungai yang dipenuhi bongkahan batu seolah tidak mau ketinggalan menyambut kedatangan saya dan sahabat JB. Segeeeer bangget..!!! Kayak bukan di Jember agagag… langit biru cerah, sejauh mata memandang hamparan pohon yang hijau dimana-mana, udara yang bersih tak berpolusi, jalan aspal yang muluuus bikin sempurna deh :)

Motor kami mulai memasuki kawasan perkebunan. sambil menikmati pemandangan yang ada tidak lupa kembali kami bertanya kepada ibu-ibu yang kebetulan lewat. “gunung Baban masih jauh bu..?” tanya saya. “dekat, disana” sambil tanganya menunjuk arah yang dimaksud. Setelah mengucapkan terima kasih, kami pun melanjutkan perjalanan. “cedek’e wong jember ikuu adoh reeek..!!” “pas mengko 3 jam sektas tutuk..?!” celektukan sahabat saya langsung saja bikin kami semua saling menimpali dan tertawa. Ya…. Nggak jarang “dekat” menurut mereka (yang terbiasa jalan puluhan kilometer untuk sampai ketempat tujuan)
adalah dekat yang jauh agagag… deket kok tibakno 5 kilo maneh agagag…

Hati saya saat itu mulai getar-getir. Kok lama-lama jalan aspal terputus. Berganti dengan jalan tanah yang penuh bebatuan. Meski mulai khawatir saya dan teman-teman tetap terus jalan. Bayangan akan lembah yang indah, dan air terjun yang bagus bikin kami terus maju pantang mundur meskio terasa dipontang-panting agag.. Batune cek gedene rek..!! ya jalan berbatu itu tanda kami sudah memasuki area gunung baban. Meski sempat khawatir, lalu lalang sepeda motor dan mobil yang ada bikin kita menghapus jauh-jauh pikiran jelek. Jalan berbatu itu akhirnya bikin salah satu sahabat JB terjatuh dari motor. Syukur Mbak Irma nggak papa. Dan masih mau terus melanjutkan perjalanan.

Dibawah pohon rindang itu kami berhenti dan istirahat sebentar. Nggak sadar ternyata sudah jauh perjalanan kami. Sambil duduk di kursi yang terbuat dari papan sederhana itu kami menikmati suwar-suwir yang dibawa oleh salah satu sahabat JB. “rangjarang rek gelem mangan suwar-suwir” “iyooo… lek gak laper gak kiro gelem gak mangan warsuwir kie” agagag…. itu celotehan yang lain. Urusan makan suwar-suwir jadi penghibur kami saat itu. setidaknya mampu sedikit melupakan lamanya perjalanan yang sudah di tempuh :)

Sampai di sebuah pos kami berhenti lagi untuk bertanya. “Bapak kalau mau ke baban lewat arah mana ya Pak…?” “Baban mana dek..?? ini yo wes Baban.. Baban tengah.. timur..?? Dan Bingung lah kita…. Tibakno Baban iku akeh yooo… Onok Tengah, Timur.. Hadaaaaah..!! agag.. “Pokoknya yang ada lembah sing indah itu loh Pak” agag… “oooh Baban tengah lewat jalan iku wes.. bla..bla..bla..” :)

Mulai dari jalan aspal, batu, tanah, ke jalan batu lagi. Mulai jalan agak lebar.. sempit.. sampai lebar lagi semua dilahap. Benar kita lewat daerah pemukiman dan lembah.. tapi buat kita biasa aja nggak ada yang sitimewa :) Trus makin terus jalan.. makin nggak yakin sama daerahnya kok tambah sepi… kering.. Hadaaaaah..!!! Sampai di sebuah warung. “Bu minum es teh 4 ya..” “gak ada es nya mbak..” … ???? “Gak jual nasi ta Bu..?” “Gak ada..” wuakakakak…. tertawalah kita.. Air yang dibawa persedianya semakin nipis. Yang bawa nasi dan lauk seadanya cuma saya :) Yang lain berpikir pastilah ada warung nasi di Baban :) Sambil terus nanya ini daerah mana.. terus air terjun dimana.. Tiba-tiba aja ada yang nyeletuk “wes nyampe ta Rek..??” agagagga….

Ternyata yang dimaksud daerah yang indah itu… lokasi pemukiman yang dari awal sudah kita lewati. Air terjun nggak ada. Adanya sungai dengan batu gede.. TOK..!! Yayaya.. meskio kesel tapi yak opo maneh. Untung (masih untung #biasa wong indonesia :P )ada ibu-ibu yang bawa kita buat mampir rumahnya.. sekaligus nunjukin ke arah mana kalau kita mau pulang, ke JEMBER :) Diteras rumah ibu itu kami ber-9 saling berbagi dengan bekal nasi, dadar jagung, tempe goreng, dan sambal bajak. Sitik-sitik gak popo sing penting iso ganjel perut agag..

Akhirnya sampai juga di daerah yang dulu jadi bahan ribut-ribut urusan tambang emas. kita juga baru tau kalau ternyata di beberapa tempat di Baban susah sekali air bersih. Malah lek musim kering gak onok air blas. Lah lek mandi mbek yang lain-lain pegimane..?? “paling yo absen sek” :D Kalo nggak sapnyapsap tutuk Baban.. saya dan sahabat JB lainya nggak akan pernah tau keadaan masyarakat disana. Nggak tau juga ternyata untuk daerah Baban saja luasanya luas bangget. Dan itu masih ada di wilayah Jember loh ck..ck..ck..

Urusan nyermunyer kita sebenarnya masih lanjut, nggak berhenti sampai situ. Jangan dikira mudah menemukan jalan tembus untuk kami sampai di ibukota Jember (cieee). Nyasar tutuk kali… jalan buntu.. salah jalan.. sempet bikin kita khawatir iso balek gak yo Reeek..?! :) Es degan, Mie Ayam, Bakso, nasi, adalah celetukan kita mau makan apa kalau sudah sampai di kota agag… Sst… tau kata apa yang paling sering diucap..?! HADAH..!!! agagag…

Singkatnya kita akhirnya bisa pulang. Horeeee… (meski dengan perut lapar… haus…) Kita juga sempet mampir beli es degan. Di warung es itu kita melepas penat sebentar sambil napak tilas akan pengalaman yang baru saja dilewati bersama. meski sedikit kecewa karena gak “nemu” apapun, tapi seru juga ternyata. Dan yang ada semuanya tertawa lepas..! :)

Kapok…?? nggak lah. kalau nggak sarnyasar mbek sapnyapsapan gak kira eruh Baban kan..?? Gak kiro onok cerito ikie :) Dan… pergi ke Baban bukan cerita nyapsap kita yang pertama loh. Belum lama ini kita juga nyasar agag.. Hari senin lalu setelah makan ayam pedas. Saya dan sahabat JB lainya nyapsap ke daerah Rawa Pulo Gumukmas sebuah desa yang penduduknya menanam padi di atas rawa. Meskio nyasar tetep seneng… ngapain..?? duduk di saung bambu sambil cerito dan topotoan agag…

Seneng nyapsap juga..?? aioo bagi ceritone Rek..!!

Salam
Eja.

Sumber foto: Google dan koleksi Pribadi

Share

Antara Pecel.. Jenewa.. dan Daun Pisang..

Pecel Pincuk Wonk Jenewa..

Pecel Pincuk Wonk Jenewa..

Pecel… Nama makanan yang satu ini emang Indonesia bangget..!! Dimana-mana rasanya tidak sulit untuk menemukan aneka sayuran rebus dengan siraman bumbu kacang diatasnya. Rasanya yang khas dan Indonesia bangget itu bikin pecel identik dengan Indonesia. Hampir semua suka makan pecel,  sebagai pelengkap nasi atau langsung di gado sama-sama enak. Penyajianya yang mudah dan rasa yang sesuatu bikin siapapun nggak bakalan nolak bersantap dengan makanan yang satu ini. Mau sarapan kek, makan siang kek, pun makan malam  ayo saja. Meski kadang saya sendiri suka ngerasa “aneh” makan pecel malem-malem, tapi ternyata banyak juga kok warung yang nawarin pecel sebagai menu utama mereka di malam hari. Trus hubunganya sama Jember..??? Yuuuuk mari dilanjut …

Di kota tercinta ini yang jualan pecel banyak. Mulai dari warung pinggir jalan yang kaki lima sampai resto, bahkan hotel di Jember juga nawarin pecel sebagai menu sarapan tamu yang menginap. Mau rasa yang bagaimana juga ada.. Kamsudnya kita mau makan pecel yang “mewah” atau yang “sederhana” agag.. Mewah disini adalah pecel yang lengkap dengan pernak pernik tambahan lauk dan teman-temanya itu yang juga mewah hehe… biasanya tambahan gudeng, opor ayam, daging empal dan bumbu kacang yang kental adalah ciri pecel mewah. Nah kalau bumbu kacang yang disiram ke atas sayuran rebus encer saya bisa pastikan kalau itu pecel sederhana agag… apalagi teman nya juga sederhana.. paling banter telur ceplok dan kerupuk :) Tapiiiiiii…. Diantara yang sederhana itu ada juga yang special loh … Salah satunya Pecel Pincuk Wonk Jenewa..!

Saya sudah dengar lama soal pecel pincuk yang ada di daerah Jenggawah itu. Pun Mas Joni Budi Utomo juga sudah pernah kabar-kabari lewat Jember Banget dot COM . Entah kenapa rasanya kok kurang afdol kalo pengalaman saya makan pecel pincuk kemaren pagi itu nggak saya share ke sahabat JB.

Pagi itu nggak tau kenapa tiba-tiba kepikiran buat sarapan pecel pincuk di Jenggawah. Pengalaman beberapa sahabat yang lebih dulu makan satu hari sebelumnya dalam perjalanan menuju Papuma bikin saya mupeng. Taraaaaaa…. Sampai juga saya di warung sederhana itu. Baru saja turun dari motor dan mau duduk saya sudah disodori pincuk berisi nasi lengkap dengan lauk pauknya.. padahal pantat ini (maaf) belum sempet duduk di bangku agag..

“Darimana tau kalo mau makan pecel..?? meskio perak dodolan pecel” :D Maksudnya kok ya nggak nanya mau lauk apa.. tambah apa.. nggak pake apa..?? agag… Syukurlah saya nggak ribet urusan makanan… nggak pake acara jangan pake ini..  gak usah pake itu..

Coba liat penampakan foto nasi pecelnya deh… Kalau anda bilang biasa saja… mungkin. Buat saya yang notebene suka sama segala hal yang berbau alami alias natural… Makan nasi pecel dengan pincuk dari daun itu KEREN BANGGET…!! agagag.. Norak ya..?! gak papalah…  Sensasinya beda, pun nasi nya jadi lebih harum karna beralasakan daun pisang. Yaaaa…. Saya pencinta makanan yang disajian dengan daun pisang. Beli gudeng lumintu atau nasi pecel Bu Ani (tulisan saya yang lain) pun saya lebih ngerasa enak kalau dibungkus yang ada unsur daun pisangnya :D

Pecel Pincuk Wong Jenewa yang saya sambangi itu… terdiri dari nasi, pecel, sayur labu santan, keripik tepung (tanpa da tambahan kacang atau ikan teri), dan telur ceplok plus kerupuk. Nggak ada tambahan sambal dan lauk lainya. Pilihan telur rebus yang dibumbu sama seperti sayur labunya bisa jadi pilihan lauk kalau anda nggak mau telur ceplok. Betul itu saja…. Bumbu pecelnya pun nggak kental nggak juga encer. Jangan harap bias nambahin daging empal, telur puyuh,  atau gudeg disini ya,  Cukup itu saja.  Rasanya…?? Buat saya pas dan cukupan. Bikin kenyang pastilah.. nggak tau kalau porsi makan anda dobel hehe… Sebagai penutup air mineral gelasan atau teh hangat bisa dipilih. Meski sederhana… jangan Tanya soal pengunjung warung ini… waktu saya datang saja.. rasanya nggak henti-hentinya orang beli pecel pincuk baik yang makan ditempat atau dibawa pulang. Dengan bayar Rp. 5000 perposri sudah bikin hati senang dan perut kenyaaaang agag..

Mampirlah ke warung yang ada di JL Jenggawah sebelum lampu merah perempatan itu. Kalau dari arah Ajung sebelah kiri. Nggak usah khawatir kalau anda baru dan belum pernah ke Jenggawah, atau pas kebetulan lewat jalan itu hari minggu dan hari libur. Selain mudah dicari warung ini non stop jualan tiap hari mulai pagi sampai jam 10, senin sampai minggu. Anda baru tidak bisa sarapan disini pas bulan puasa, karena si Ibu bakalan istirahat 1 bulan penuh.

Jangan lupa kalau ke Jenggawah mampir yo Rek…!!! Agagag…

Note:

Kesederhanaan juga tidak “kalah” dengan sesuatu yang mewah dan bling-blig… Malah kadang karena sederhana kita dapat menikmati semua yang ada. Tidak hanya mulut dan perut yang merasa, tapi mata dan hati juga bisa merasa senang :) . #kasusmakanpecel :D

 

Salam.

Eja.

Share

Ooooh…. Jember Fair 2011

Kali ini saya datang dengan cerita dari Jember Fair, acara yang digadang-gadang untuk menyambut ulang tahun Jember Januari mendatang. Ya Jember Banget akhirnya berani nongol buat unjuk gigi dan unjuk yang lain-lain di pameran yang rencananya menampilkan produk unggulan, investasi, dan sektor pariwisata.

Gedung Serbaguna Kaliwates seperti biasa memang selalu dijadikan venue pabila acara serupa diadakan. Mulai 7 Desember sampai 18 Desember mendatang bengkel JB di Jl.anggrek sementara pindah ke gedung serbanguna. Buat Sahabat JB yang ke Jl.Anggrek trus liat bengkel JB tutup bisa langsung meluncur ke Gedung Serbaguna ya :)

Menjadi peserta pameran yang baru pertama kali ikut tentu saja saya merasa luar biasa senangnya. Antara deg-degan, was-was, senang, dan sedih. Rasa itu terasa tipis sekali perbedaanya, campur aduk gak ron-karon pokoknya wes :D Deg-degan karena baru kali ini tampil di depan publik #cieeeeeee…. was-was karena bakal langsung melihat dan mendengar respon masyarakat Jember yang dateng, senang karena bisa ngenalin dan nunjukin kalo Jember sekarang juga punya koas seperti kota lain, trus sedih karena masih jauh dari apa yang saya bayangkan.

Keputusan untuk ikut pameran memang ada di menit-menit terakhir. Meski awalnya sempat khawatir tapi dengan dukungan semua Sahabat JB via facebook akhirnya JB bisa hadir di tengah-tengah peserta Jember Fair 2011. Ya… sudah saatnya memang mengenalkan Jember Banget ke semua lapisan masyarakat dan menularkan virus Jember Banget agagag…

Stand JB ada di stand no.55 berhiaskan properti yang dibawa dari bengkel JB, kami menghias stand pertama ini dengan suka cita. Koyok apene ulang tahun wes pokok’e agag.. tempel ini tempel itu, pajang ini pajang itu .. wes hebring dewek ceritone..!! :P Meski senang tapi kok mulai khawatir yaaaa… alasanya karena meski Jember Fair segera dibuka stand masih banyak yang kosong. Gak ada properti atau tanda-tanda yang nunjukin kalo stand itu sudah di request.
Oh ya jadi peserta Jember Fair bikin saya lebih bisa “melototi” gedung serbaguna miliknya rakyat Jember ini loh. Tiap hari bolak-balik dan memakai fasilitas di dalamnya bikin saya jadi tau sejengkal demi sejengkal gedung ini. Atap yang lembab, bocor, lantai yang gompel, kamar mandi yang kotor, ornament gedung yang ucul dll jadi sarapan saya tiap hari saat menginjakan kaki di tempat ini. Andai saja gedung mahal ini sama seperti saat dulu saat selesai dibangun pasti akan lebih bagus. Setidaknya lebih terawat dan berumur panjang nantinya.

Pameran kali ini memang terasa beda dengan yang digelar sebelumnya. Lihat saja hiasan di pintu gerbang kawasan GOR, tampilanya lebih simpel dibandingkan dengan event sebelumnya. Stand yang ada tidak begitu banyak hanya terdiri dari 3 baris saja. Ada apa gerangan…???

Event ini kabarnya diusung oleh Dinas Pariwisata bukan Dinas Disperindag seperti acara sebelumnya.. Entah ada hubunganya atau tidak tapi kabarnya sih ngaruh banget sama dana yang ada. Tapiiiiiii… buat saya gak penting bangget siapa yang punya ide bikin pameran, yang penting peserta rame.. acara seru.. sukses.. pengunjung banyak pasti semangat buka warungnya..!! Alhamdulillah kalau barang yang dijual juga ludes agag..

Peserta kali ini merosot tajam dibanding sebelumnya. Entah kemana mereka yang dulu aktif ikut acara seperti ini. Acara dimana seluruh pengrajin, pengusaha kecil, menegah, ataupun besar berkumpul, sama-sama mempersembahkan sesuatu buat masyarakat yang datang. Promo produk baru.. woro-woro sesuatu, ataupun jualan. Sedih rasanya melihat acara yang sebenarnya bisa jadi hajatannya pengrajin dan pelaku usaha cuma begini. See… Jember punya begitu banyak potensi luar biasa. Pengrajin Jember banyak yang mengekspor hasil kerajinan mereka ke luar negri. Hasil karya mereka begitu dihargai dan ditunggu tapi kenapa rasanya sulit sekali melihat dan mendapatkanya dari dekat, di daerahnya sendiri..?? Batik, kalung, perak, sarang burung, kupu-kupu, manik-manik, tasbih, rotan, tembakau, furniture, lukisan dan produk lainya harusnya ada disini bersama JB..!!

Acara pembukaan yang diundur dari rencana awal tgl 8 ke tgl 9 Desember buat saya sudah nunjukin kalau ada “sesuatu”. Dan terbukti kok… meski awalnya pihak panitia dan koran lokal Jember sudah woro-woro kalau Bapak Bupati Jember yang bakal buka dan meresmikan acara ini tapi ternyata beliau tidak hadir dan diwakilkan. Pun saat acara berlangsung menurut saya jomplang… di luar tenda yang indah berhiaskan warna emas dan marun itu terasa lengkap dengan musik patrol dan penari yang siap membuka acara. Sedangkan didalam stand banyak kosong dan sepi agagag…. Saat para pejabat itu masuk kedalam..?? ya cuma jalan sebentar ke stand yang “penting” agagag…

Di Jember Fair kali ini memang ada beberapa peserta yang baru gabung, karena di acara sebelumnya saya tidak menemukan mereka. Sebagai warga Jember saya juga jadi salah satu yang aktif berkunjung loh kalo Jember punya gawe seperti ini. Tapi memang meski ini gawe dan hajatanya orang Jember masih ada kok yang ikutan berpartisipasi meski produk yang didatangkan jelas-jelas bukan dari Jember malag gak ada hubunganya sama sekali :) Gak papa juga sih.. tapi alangkah indahnya kalo menurut saya yang ikut dari Jember yang lebih banyak dibandingkan mereka yang nawarin produk dari Kota lain. Pake acara pasang spanduk segede-gede gaban dan bertuliskan kota lain gitu sih :D

Tetangga saya dipameran kali ini ngeluh soal pengunjung yang sepi dan peserta yang sedikit. “saya belum dapet uang sama sekali mbak, padahal sudah 2 hari jualan. Kalau yang dulu rame sampai musti ambil barang lagi dari Surabaya” :) Mahalkah harga stand yang ditawarkan..?? Kurang promosikah..?? Kapok kah mereka..?? saya belum mendapat jawabnya sampai saat ini. Siapa juga yang mau ikut pameran kalo cuma begini… segini doank..?! agag.. Bukan cuma urusan jualan kok yang penting… karena masih ada hal lain yang menjadi point penting kenapa pameran itu ada dan diselenggarakan. Untuk apa dan buat siapa..?? Goalnya apa..?! Pameran itukan mamperin produk yang dibikin… woro-woro inovasi baru… nambah relasi… perbanyak link… dapet info macem-macem, pertemuan antara pembeli dan penjual, dan segudang hal lain selain cuma jualan.

Jauh dilubuk hati… saya masih berharap akan ada pameran yang memang antara judul dan isinya sama :) Investasi ya memang mereka yang ada diusaha itu yang ikut, produk unggulan… ya produk-produk putra daerah Jember yang nongol, :) Yang lain..?! otomotif, pengusaha gadget, properti, kuliner dll mari ikuuut…!!

Hmm… Siapa ya yang bakalan bikin Pameran yang sebenar-benarnya Pameran..?!
Mosok Jember Banget Maneh Rek..?! :P agagag…

Salam.

Share

Nusa Barong Eksotisme Terpendam Jember

Nusa Barong..

Nusa Barong..

Sumpah… perjalanan 1 jam setengah mengarungi laut lepas akhirnya terbayar saat kapal yang kami tumpangi lambat laut mendekati Nusa Barong. Yup.. Nusa Barong, pulau ini akhirnya kami sambangi hari minggu 13 November 2011 yang lalu. Jepretan foto dari tangan-tangan profesional dan amatir yang beredar bikin siapapun pasti mupeng buat dateng. Tak terkecuali saya.

Nusa Barong sudah sejak lama jadi pembicaraan. Tidak melulu bagi mereka warga lokal. Tapi juga sahabat-sahabat diluar Jember. Bisik-bisik menyebutkan kalau pulau tak berpenghuni ini amat sangat luar biasa indahnya. Tapi masih sangat sedikit mereka yang datang dan membuktikan sendiri dari dekat eksotisme pantai berpasir putih dengan warna air laut yang bergradasi kehijauan itu.

Beruntung saya mempunyai sahabat yang sama-sama suka laut, travelling, dan pengen banget ke Nusa Barong. Akhirnya keinginan kami segambreng berangkat ke Nusa Barong pun tercapai…! Horeeee..!! :D

Pagi itu cuaca cukup cerah selain Jember gak hujan entah kenapa saya yakin Allah SWT merestui perjalanan kami. Dengan semangat 45 dan persiapan seadanya kami ber 15 orang berangkat ke Papuma jam 5 pagi. Sampai di Tanjung Papuma kami sudah ditunggu si bapak dan si asisten kapal. Perlengkapan lenong yang disiapin langsung deh diangkut naik ke atas kapal. Segala rice cooker, galon air mineral dan perintilannya ikut menemani kami pagi itu plus life vest yang sengaja kami sewa untuk jaga-jaga.

Sebenernya ini semua dadakan, satu hari sebelumnya pas hari sabtu sahabat kami Hendri, Om Victor, Mbak Tikky, dan Mas Danang dari Surabaya kebetulan dateng dan maen ke Papuma, pas ngomongin Nusa Barong mereka langsung mengiyakan dan setuju hari minggu kita ke Nusa Barong. Dan hasilnya.. taraaaa…. kami pun sudah mejeng di atas kapal..!! (liat di koleksi foto.. hehe)

Sangking senengnya bakalan kumalaku ritual mandi pagi dan sarapan dihapus khusus buat hari itu :) agaga.. Namanya juga doyan poto… alhasil belom berangkat dan masih di papuma aja dah heboh pose sana pose sini, segala macem gaya dan ekspresi keluar ;) Namanya juga kelompok hebring.. jadi maklum ya agag.. Tapiiiii itu gak lama kok… karena saat kapal mulai meninggalkan bibir pantai Papuma dan mesin dinyalakan masing-masing cari posisi ternyaman di atas kapal. Dan nggak butuh waktu lama… satu-persatu mulai tepar :) Ya… mabuk laut..! Nggak tau karena ombak sedikit besar, lama gak naik kapal laut, gak pernah sama sekali naik kapal laut, atau juga emang dari sononya pasti mabuk laut. Beberapa sahabat terkulai satu-satu, gak terkecuali saya. Yang pada awalnya bak ratu penolong yang loncat sana-loncat sini ngasih tissue dan minyak penghangat tubuh akhirnya pusyiiiing jugaaa..!! :P Dan cerita di atas kapal itu pun berakhir saat saya memutuskan memejamkan mata :D Nggak tau apakah masih ada yang tumbang atau cukup 5 orang saja wkwk..

Banguuun.. dah sampeeee..!!! Dikomandoi seperti itu langsung deh yang tidur pada bangun, dan whuaaaa…. kereen buangget..!!! Meski kapal masih terus jalan tapi posisinya sudah mendekati Nusa Barong… Ck..ck..ck.. batu dan tebing segede-gede gaban dan tuinggi tuinggi itu sudah ada didepan mata, keren sangat pokoknya… Gak sabar pengen cepet-cepet menepi, nginjek pasir putih, dan nyebuur..! :D

Koyok tek dewe wes agag… Teluk yang indah itu memang menghipnotis saya dan semua sahabat. Nggak cuma bikin betah berlama-lama berendem dan main air tapi juga nggak mau sedikitpun berhenti buat mengambil gambar dari kamera kami. Berenang jepret… makan jepret.. minum jepret.. duduk jepret.. dikapal jepret.. bengong jepret.. pokoknya TOPOTOAN..!! :P

“Nggak ada pramuka kesini” Jawaban yang sedikit asal itu keluar dari sahabat JB saat Sattar, teman asal Iran yang mengikuti pertukaran Mahasiswa di Unej bertanya… “Kenapa di Nusa Barong nggak satupun terlihat ada pohon kelapa..?” :D Bener juga sih… meski banyak jawaban lucu-lucuan keluar tapi kita memang baru nyadar kaloooo ternyata di sepanjang bibir pantai Nusa Barong nggak terlihat pohon kelapa. :)

Luar biasa senang deh pokoknya..!!! Gimana nggak coba. Tempat yang indah, air laut yang tenang, pemandangan yang hijau, nggak ada sampah, nggak ada penunjung lain selain kita dan bisa kumpul bareng sahabat bikin enggan buat beranjak. Sebenarnya ada rencana untuk mengexplore Nusa Barong. Tapi kendala waktu yang minim tidak memungkinkan kita untuk masuk dan jalan-jalan kedalam. Lain kali kalau kita datang lagi dan menginap bisa saja. Karena dibutuhkan waktu 3 jam untuk sampai ke spot yang bagus didalam. Dan kalau saja persediaan makan kita banyak mungkin sore kita baru pulang. Tapi apa daya kita harus memutuskan untuk balik ke Papuma… Luwe soalnya agagag..

Tempat yang kita datangi disebut juga Teluk Jeruk. Teluk jeruk ini memang yang menjdi jujukan siapapun yang bertandang ke Nusa Barong. Begitu juga saat Pak Jalal datang ke Nusa barong ya Teluk jeruk ini juga yang disambangi beliau. Syukur meski sudah dikunjungi teluk Jeruk masih bersih dan tidak terlihat tanda bekas tangan jahil yang merusaknya. Memang ada tempat yang sepertinya dipakai untuk menggelar perlengkapan makan ataupun mendirikan tenda, dibawah pohon besar itu kamipun makan dan duduk disitu meski tanpa alas. Syukurlah teman-teman yang lebih dulu datang kesini juga menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan sedikitpun sampah.

Semoga Teluk Jeruk dan Nusa barong tetap seperti ini. Alami dan Indah. Meski kabarnya bakalan ada investor yang masuk semoga saja mereka tetap perduli dengan kebersihan dan menjaga ekosistem yang ada. Bukankah kewajiban kita juga untuk selalu menjaga ciptaanya..?!

Aioo dateng Rek..!! Buktikan sendiri indahnya nusa Barong..!! Rasakno dewe wes serunya naik kapal ikan.. berlayar di laut lepas, topotoan, dan melihat langsung dari dekat tempat yang indah, alami, bersih, dan tenang itu. Serasa tek dewe wes pokok’e..!! Sst.. koyok nang phuket Thailand jare :)
Jok lali sampah’e di gowo maneh.. di lebokno kantong plastik yooo..!

Salam.
eja.

Cek apik'e yo...??!
Pose dulu..
Wajah Bahagia Kami.. :)
Sampe...!!
Sarapan dulu...
JB In Action..
Jepret sana.. Jepret sini..
Hebring dewek..!! agag..
Guwayaaaa yo Rek...?!
Nusa Barong..
Sewruuu...!!
Jepret teruuuuus...!!

Share

Kedai Mie… Tempat Kumpulnya Pecinta Mie…

Kedai Mie..

Kedai Mie..

Tempatnya Kereeenz pasti oks buat poto-potoan…!!! Yup… itu memang alasan saya buat mampir di Kedai Mie, tempat makan yang nawarin menu aneka macam mie di Jl. Sumatra, kampus.

Meski awalnya cuman niat buat topotoan… tapi saya yang emang doyan gila sama mie apalagi mie ayam langsung melototin menu yang di pajang di dinding bercatkan warna merah marun itu. Dan horeee..!!! Mie Ayam Jamur tersedia disini ternyata..!! Whuaa.. langsung deh dengan lantang saya sedikit teriak Mbak MIE AYAM JAMUR 1..!! Yayaya.. saya emang doyan buangget sama mie..!! :D

Sambil nunggu pesanan saya tiba saya yang emang sedikit banci poto langsung aja gitu topotoan agagag…. Beneer kan emang oks buangget hasil jeprat jepretnya. Pemilihan warna cat, lampu dengan sinar kuning yang bikin efek keren ditambah dekorasi yang sederhana tapi ngena bangget. Bikin betah berlama-lama di Kedai Mie. ;)

Judulnya aja udah kedai Mie… Ostosmastis yang ditawarkan juga menu aneka macam olahan mie, mulai rebus dan goreng. Mie ayam jamur, Mie original, Mie kombinasi, Mie ceker, Mie goreng spesial, adalah sebagian dari banyak menu lainya yang coba di tawarkan. Tapi ada juga kok olahan nasi goreng dan camilan seperti pangsit goreng, risoles, bakso goreng.. Sst… risolnya MANTAB…!! Kalo minuman…?? tenaaang… mau apa…?? Es jeruk, lemon tea, es air mata kucing, es kopyor (bukan asli kopyor tapi), es campur, dll ada. Panas atau dingin tersedia kok.

Kedai Mie jadi pengobat rindu siapapun yang kangen akan mie olahan seperti mie keriting, mie kelinci, mie yamin ataupun bakmi GM hehe.. Meskio rasa gak bisa di samakan tapi apa yang disajikan dah memuaskan kok. Buktinya tempat makan ini selalu ramai dikunjungi para pencinta mie. :)

Rasanya ok… Pilihanya menu mie nya banyak.. jadi meskio ben dino merene yo gak bakalan bosen Rek..!! agaga..

Urusan harga masih STD kok.. pengalaman saya waktu itu makan segambreng 9 orang makan, minum (pake nambah) plus camilan yang nambah bolak balik cuma bayar 200 ribuan. Harganya mulai Rp.7000 saja kok. Murah kan..?? apalagi kalo sekalian buat topotoan (balek lagi :P )yang hasilnya keren beud itu.. ESIP wez agagag.. Ya Rekomended laaah, buat nongkorng seru makan enak juga. :)

Ada di lokasi yang memang jadi tujuan berburu kuliner. Kedai mie bawa sesuatu yang beda. Nah kalau anda pencinta mie memang harus dateng ke tempat yang satu ini. Lokasinya di Jl. Sumatra sebelum Universitas Mandala, kalo anda dari bunderan DPRD Kedai Mie ada di sebelah kiri jalan. Buka tiap hari kok (koreksi kalo saya salah) mulai jam berapanya kurang tau yang pasti mulai siang sampe malem. Waktu itu jam setengah sepuluh masih buka dan rame soalnya. Info buja jam berapa dan hari apa nyusul ya :)

Jangan ngaku pecinta mie kalo belum dateng ke kedai mie ;)

Salam.
Eja

Kedai Mie..
Mie Goreng ala Kedai Mie..
Ngiler kan..?! :)
Menunya Banyak..!!
Segambreng @Kedai Mie :D
Habis tak tersisa... :)

Share

BeJeBean @Bengkel Jember Banget 29 Oktober 2011

Sahabat JB @Bengkel JB BARU..!!

Sahabat JB @Bengkel JB BARU..!!

Alhamdulillah…!!! Akhirnya pintu itu terbuka juga. Sahabat… Bengkel JB resmi dibuka sabtu 29 Oktober 2011 yang lalu.

Syukur yang tak terhingga janji saya untuk segera membuka bengkel JB di tempat yang baru terlaksana sudah. Meski sederhana acara kumpul-kumpul sahabat Jember Banget mampu memberikan energi positif dan semangat yang luar biasa agar Jember Banget terus maju dan bertahan.

Banyak sahabat yang berhalang hadir malam itu. Sempet sedih karena keinginan buat to-potoan.. pul-kumpul.. seru-seruan.. dan cerita-cerita jadi kurang. Tapi tetep semangat karna nggak sedikit yang nyempetin dateng meskio cuma ngintip agag.. Emang sih saya lupa woro-woro di facebook pas hari H.. Maklum banyak yang dipikirin hehe.. Meski dah nodong sana-sini buat bantuin bikin makanan, minuman dan cemilan tapi tetep aja LALI..!! :P

Tau nggak..?? Meskio biasa saya pengen bangget acara kemaren punya SESUATU (Syahrini endel mode-on) wuakaka..!! Boleh dunk..?! Jadilah bengkel JB yang udah oks itu saya bikin drasmastis dengan sinar api dari sumbu dan kaleng susu bekas. Yang kebagian bikin tim produksi JB. Trus pengen juga Sahabat yang dateng dipoto dengan background logo JB kayak acara di tipi-tipi itu tuh ;) bikinlah saya poster gede berlambangkan Jember Banget, daaaan semuanya musti ngasih ucapan selamat di tempat yang sudah disediakan agagag… Ya sedikit mekso seh tapi gak papa ah kapan lagi bisa kayak gitu qiqiqi… sayang balon yang sudah dibeli kualitasnya kurang bagus dan yang kebagian niup balon napasnya sesek kuabeh agagag.. alhasil balon-balon itu gak jelas bentuk mboh koyok apel mboh koyok tahu..!! Hadaah…!! Padahal gayane pingin di terbangno ke langit pas pengguntingan pita wkwkwk..

Heboh dan gak ron-karon sebenernya. Mosok onok acara koyok nang JB..?! Tamu sing teko malah di kongkon rewang hehe.. Tubantu noto panganan, nyiapno es manado, salad buah, dll Sing aneh yo aku.. Nyambut tamu dewek.. Buka acara dewek.. Ngomong dewek.. Heboh dewek.. Nanges yo dewekan.. Iyo rek ngisin-ngisini cen yo..?! Mosok onok acara sinetron barang rah kah, tapi yo opo maneh wong aku terharu …!! Sangking “lepas” lega wes..!! Tapiiiii.. pas nangis iku tiba-tiba ae aku tersadar dan mbathin “opo’o aku nangis..?? lak sing gak weru ceritone aku pontang-panting, salto, jumpalitan ngurus kaos JB lak kan bingung..!!” wuakakaka..!!! ISIN akuu..!!

Terima Kasih Kepada Allah SWT.. Ayah dan Almarhumah Ibu.. Keluarga … Sahabat.. (lah kayak terima award aja yak..??) agagag…
Pokoknya Suwun.. Mator Tengkiyu buat :

- Drg Dwi yang mau mimpin doa bersama.
- Mas Dian yang jadi suhu JB (eman gak teko).
- Wawan yang udah pinjemin, nganter, dan ngeset salon buat halo-haloan.
- Mbak Indah Poerwani yang udah nyumbang Es Manado, Muaaach suwun..!! hiks sayang gak isa teko..!!
- Pak Cipan yang disusahin bawa termos dan perintilan es Manado.
- Dini, Ainun yang udah mau masakin nasi kuning dan lauk pauk itu.
- Dezta, April, Mbak Evi, Endah, Mbak Ning, Indi, Anda, Eki, Rika yang ribet masak, ngurus dan nata makanan minuman.
- Mas Ndaru yang udah mau dateng dan nengok kaos JB.
- Andreas Setiawan yang mau belanja balon meski sekelnya loro..!
- Aron yang moto-motoin dan niup balon aneh bentuknya itu.
- Habib yang nyumbang spidol permanet.
- MR.Sattar yang dikerjain suruh bawa nasi dan salad dari Jl. Kertanegara hehe.. Thank You very Much..!!
- Hariez dan Akniz yang mau jadi kasir dadakan.
- Danang, Raka Cs, Mas Budi, Lely, Cak fatah atas ide kata “Be Jebean” itu.
- Rama Yusendo sang tetua KASKUS regional Jember. Yang gak dateng padahal dah disipain podium kebesaran :D (aku ngenteni petuah sampeyan Mas)
- Donda yang bikin JB jadi ajang sesi poto misteri dadakan.
- Semua Sahabat JB yang dateng, yang lewat tok, yang beli kaos JB.
- Yang nggak bisa dateng, yang dah sms, yang inbox di FB.
- Yang mau ngalah berhenti sebentar waktu kita pake jalan buat topotoan agaga..
hmmm sapa lagi ya..?! SEMUA nya Wez…!!

Semoga JB gak tutupan lagi yo Rek..!! Semoga berkah..!! AMIEN..!! Oh Iya Bengkel JB ada di Jl.Anggrek No.2 Kalau dari lun-alun Perempatan SMP 2 belok kiri ke arah stasiun. Lek wes belok kiri langsung wez liat kanan Bengkel JB di Rumah Tua cat merah maroon banyak lampunya…!!!

Aiooo Mampir Rek…!!!

Salam.
Eja

Sahabat JB @Bengkel JB BARU..!!
BeJeBean..!! :P
Drasmastis Yo Rek..?! agag..
Tumpengnya di potong.. Horeee..!!
Makan Apa.. Apa adanya .. :P
Mator Tengkiyu dah Belinji kaos JB...!
Senyuuuum...!!
Sahabat JB...

Share

Galaknya Bebek Goreng 88

Tampilan Bebek Galak

Tampilan Bebek Galak

Jangan mengaku sebagai pecinta masakan pedas jika belum mencicipi masakan satu ini. Malam itu, saya memang berencana untuk wisata kuliner, menjelajahi Jember di malam hari untuk mencoba mampir ke warung makan yang belum pernah saya singgahi sebelumnya. Saya menjoki motor menyusuri jalan, Gajah Mada, Sultan Agung, PB Sudirman, Jembatan Semanggi, Jawa dan Karimata. Speedometer pun hanya menunjukkan kisaran angka 40 km/jam. Tolah-toleh kanan kiri dan akhirnya mata saya tertambat pada sebuah warung makan yang menyediakan menu bebek, BEBEK GORENG 88 namanya, terletak sekitar 50 meter dari Radio Prosalina. Saya memang belum pernah ke tempat ini sebelumnya, padahal kata mbak yang punya, kedai ini sudah berdiri sejak 2 tahun yang lalu. Bisa dibilang kedai, karena tidak sekecil warung dan juga tidak sebesar restoran.

Kedai ini menawarkan bebek goreng sebagai menu andalan, tetapi saat itu di tembok tertempel tulisan “NASI BEBEK GALAK Rp 12.000,-”. Penasaran donk! Kok bisa ada menu bebek galak. Langsung saja saya pesan masakan itu. Sekitar 15 menitan menunggu, diantarlah pesanan saya. Penampakan pertama sih biasa saja, memang banyak sambel di atas bebek goreng dan nasi, tapi pikir saya “Alah, paling cuma sambel biasa yang gak pedes”, mengingat saya memang suka sekali pada masakan pedas. Karena sudah gak kuat menahan air liur, langsung saya comot sedikit daging bebeknya. Widddiiihhhh, pedesnya langsung menohok!! Sempat cegukan di awal karena tenggorokan saya kaget! Hahaha… Lahaplah cara makan saya waktu itu, karena semakin lama saya makan, sambel ini semakin membakar mulut saya!

Susah payah saya menghabiskan makanan ini. Keringat bercucuran, air mata keluar dan ingus juga ikut-ikutan menampakkan dirinya, SROTT!! hahaha… Mau menyerah rasanya, tapi mengingat di luaran sana masih banyak orang-orang yang belum beruntung merasakan bagaimana rasanya daging bebek dan ingat duit IDR 12K yang bakal saya keluarkan, maka saya buang jauh-jauh rasa itu ;p. Setelah makan, bibir saya serasa bertambah tebal sekitar 2cm, lidah mati rasa untuk sesaat, mulut dan perut terasa panassss…! Kebayang gak gimana tingkat kepedasannya, padahal saya juga sering makan makanan pedas. Huft, benar-benar perjuangan. Saya juga melihat pengunjung lain yang memesan menu serupa juga mengalami efek samping seperti yang saya alami , bahkan saya mendengar beberapa umpatan khas Jawa Timur-an yang meluncur dari mulut mereka! Pengen menertawakan, tapi saya juga dalam kondisi yang serupa! Hahaha….

Overall, bebek gorengnya enak, dagingnya empuk, tidak alot seperti olahan bebek kebanyakan. Porsi nasinya juga pas untuk ukuran makan saya. Tapi ukuran bebek yang disajikan kurang besar dan yang paling bikin mabok, sambelnya itu lho… GILE BENEEERRRRR!!! Seolah-olah saya cuma makan nasi dengan lauk sambal doang, rasa bebeknya tenggelam oleh pedasnya sambal. Selain itu, banyaknya sambal juga mengakibatkan saya tidak bisa menikmati makan malam saya waktu itu karena heboh dengan menahan rasa panas di mulut dan sibuk mengelap kucuran keringat. Memang segala sesuatu yang berlebihan itu gak baik, hehehe… But, untuk yang pengen “uji nyali” karena penasaran dengan seberapa pedas sih masakan ini, bolehlah Anda berkunjung ke kedai BEBEK 88 ini. Ujilah seberapa besar tingkat keberanian Anda menyantap masakan super duper pedas…! Oh iya, disini juga memproduksi keripik singkong, hanya IDR 7K, “CAMILAN GALAK” namanya. Keripik singkong yang dibalut dengan semacam bumbu balado yang juga PEDAASSS!! Bikin lidah terbakar, walapun cuma makan 3 buah keripik!! Saya beli sebungkus, bisa tahan sampai satu minggu lebih! Hahaha….

#UPDATE TERBARU! Sekarang warung makan ini pindah lokasi di Jl. Jawa 13A, persis di depan SMAN 2 Jember. Dengan ruang yang “agak” lapang, pengelola mampu menampung para penggila kuliner lebih banyak. Di tempat yang baru ini juga disediakan lesehan untuk Anda yang gemar makan santai.

WARNING: UNTUK ANDA YANG MAKAN 2 CABE SAJA SAKIT PERUT, JANGAN SEKALI-KALI MENCOBA MEMESAN MASAKAN INI!!! #SERIOUSLY DANGEROUS
Logo Bebek Goreng 88
Tampilan Bebek Galak
Lokasi baru, Jl. Jawa 13 A Jember

Share

Apa..? Kenapa..? Perjalanan panjang kaos JB

Bengkel JB....

Bengkel JB….

Kapan Buka…??? Kalimat itu selalu hadir setiap saat setiap waktu baik lewat sms, telpon, email, chat box, atau inbox di facebook. Memang bengkel JB vakum cukup lama dan stop selling setelah keputusan untuk pindah tempat baru. Banyak yang kecewa dengan keputusan itu, apalagi moment lebaran banyak sahabat JB yang pulang ke Jember dan ingin sekali mampir dan beli kaos JB. Tapi meski begitu masih ada juga yang sedikit ngeyel untuk masuk dan beli kaos Jember Banget meski keadaan di dalam berantakan :D Terima Kasih.

Sahabat.. saya memang menjelaskan meski tidak detail mengapa bengkel JB masih “malu” untuk membuka pintunya. Tapi pasti banyak yang juga punya pertanyaan sama dan belum mendapatkan jawabanya. Untuk itu saya coba untuk curhat dikit ya.. Hmm..lebih tepat di bilang cerita atau mengarang panjang agagagag….

Awal saya menulis di blog Jember Banget dot COM sama sekali tidak berfikir jauh bagaimana Jember Banget kedepan. Niat saya waktu itu hanya ingin berbagi cerita dan informasi yang saya miliki dengan teman-teman. Karena konten tentang Jember sedikit sekali saya temui di mbah google. Dalam perjalanan terbersit untuk bikin kaos Jemberan. Saya yang sama sekali nggak ngerti dan nol putul urusan konveksi dan sabol menyablon memberanikan diri untuk membeli kaos jadi kosongan, bikin desain, dan membawanya ke tukang sablon yang terkenal di Jember. Dari empat lusin kaos yang saya bawa hasilnya sangat sangat tidak memuaskan. Kualitas sablon yang nggak rapi, tinta sablon yang kurang bagus, dan waktu pengerjaan yang lama bikin saya kecewa. Dan setelah saya cek dari empat lusin cuma satu lusin yang layak untuk saya jual dan tawarkan ke beberapa kawan dekat. Selanjutnya saya curhat dan coba cari-cari referensi dari teman dimana bisa nyablonin kaos yang bagus dan rapi. Kenapa tidak coba lempar ke luar Jember..?? karena saya mau kaos itu di kerjaan di Jember oleh arek Jember, meskipun bahan baku dari kota lain. Idealis…?? mungkin.. tapi masih wajar kan..? hehe…

Akhirnya saya ketemu teman yang punya usaha sablon meski baru mulai. Singkat cerita saya mulai menyiapkan segala kebutuhan sablon. Mulai dari alat sampai bahan. Ya… saya masih beli kaos jadi kosongan di vendor Jakarta atau Bandung. Kaos tersebut di sablon di Jember oleh arek Jember. Kami sama-sama belajar mulai cari tutorial di internet sampai ke senior yang sudah malang melintang di usaha penyablonan. Hasilnya memang masih belum memuaskan tapi berjalan lancar seperti yang saya bayangkan. Tapi ternyata banyak kaos yang terbuang sia-sia tidak bisa di jual karena ada yang hasil sablonanya miring, tinta sablon gak rata, atau kotor terkena tinta karena screen bocor. Pokoknya banyak cerita deh. Nggak terhitung berapa banyak kaos yang saya pakai sendiri dan saya bagi-bagi ke teman grtais. Rugi..?? lumayan hehe… tapi saya tetap harus jalan. Saat itu pun saya salah karena mau menerima request dari sahabat JB. Menurut saya itu adalah service yang baik dan benar, mereka minta warna sablon beda, warna kaos beda. Bukannya baik ternyata malah bikin saya nggak fokus dan semuanya berantakan. Ya… mengerjakan 1 kaos dengan 50 kaos sekaligus ternyata energi yang di keluarkan sama. Saya tau karena nemenin mereka nyablon sampe malam. “Seperti mendecor cake tart ya..?!” celetuk saya saat melihat bagaimana mencampur tinta dan pewarna :) Maklum bakul kue agag.. Dan akhirnya karena sesuatu kerja sama saya dengan teman itupun harus berakhir.

Selanjutnya JB mulai jualan Off line… ada paviliun sederhana yang saya sewa di Jl.Anggrek. Meski kecil tak mengapa yang penting sahabat JB bisa datang, ngobrol, dan bisa pegang langsung kaos JB. Mulai buka bengkel kecil juga adalah dukungan dari sahabat JB yang ingin lihat langsung bagaimana kualitas kaos JB. Kalau mereka datang kerumah memang nggak nyaman dan nggak enak hati kalau cuma liat-liat dan pulang tanpa membeli :) Untuk produksi kaos selanjutnya saya dapet referensi teman ada sahabt JB yang kerjaanya rapi dan bagus. Singkat cerita kaos-kaos JB yang masih tetap kosongan itu disablon oleh beliau. Sayang sahabat yang satu ini seorang seniman tulen. Permintaan kaos JB yang meningkat tidak bisa dipenuhi karena patner yang tidak bisa masuk ke produksi masal. Ya.. beliau seniman, jadi kalau lagi nggak mood ya nggak garap. Dan kembali pusing lah saya..!!

Sampailah pada detik dimana saya harus mengambil keputusan mau seperti apa dan bagaimana. Jujur saja saya sempat stres mikirin kaos JB.. Muka yang biasanya mulus jadi banyak jerawatnya. Gak sembuh-sembuh pula padahal dah kedokter dan ngabisin jatah uang jajan saya. Taukah anda..?! Selain urusan sablon vendor kaos yang menjadi langganan saya selama ini juga makin lama makin mengecewakan karena kualitas kaos yang terus menurun, belum lagi jahitan di beberapa bagian yang nggak rapi. Mau tetap dengan cara lama: beli kaos kosongan-sablon di Jember- jual, dengan harga produksi tinggi dan resiko tinggi (kaos gagal produksi) Atau mulai hulu ke hilir kaos JB di kerjakan sendiri. Hasilnya… ?? Sekarang meski tertatih-tatih saya memutuskan Kaos JB kami produksi sendiri.

Lega..?? TIDAK..!! Karena saya harus mencari informasi bagaimana cara sablon yang presisi, baik, dan nggak mencong-mencong. Tinta seperti apa yang bagus dan beli dimana, belajar macam-macam jenis sablon, bagiamana proses menyablon yang benar, dimana beli kain kaos yang kualitasnya baik, seperti apa cara motong kain kaos, alat yang harus saya beli untuk mulai usaha ini dan segudang perintilan lainya yang bakalan panjang saya jelaskan. Bahkan saya sampai berfikir harus berguru dan bertapa belajar nyablon dan jahit-menjahit. Saya rela pergi ke jogja, bandung untuk cari-cari informasi, mengamati langsung bagaimana dan seperti apa. Dan waktu melewati proses itu nggak sebentar ternyata. Beruntung saya ketemu Mas Dian… beliau mau bantu Jember Banget yang masih kekeuh dengan tujuanya meski gak ngerti apa-apa urusan sablon. Ya Alhamdulillah Jember Banget punya mentor seperti beliau. Intinya.. bengkel JB secara alami sedang bermetamorfosis ke arah yang lebih baik. Panjang dan berliku, tangis dan tawa selalu menyertai. Kadang kalau sudah mutung saya cuma bisa diem, mewek kalau sudah merasa letih dan tersadar kalau sampai detik ini masih belum punya duit buat beli mesin jahit, obras, over deck, dan mesin rantai. Pun pernah berpikir kaos JB saya tinggal dan pergi hengkang ke luar Jember biar nggak ruwet..!! Aah… betapa cemen nya saya kalau sampai itu terjadi..!!.

Tapi tidak akan ada kata menyerah. Karena Jember Banget harus mempertanggungjawabkan keputusannya untuk bikin kaos Jemberan.. :) Secepatnya pintu itu akan terbuka… Saya pun ingin segera tersenyum dan mempersembahkan hasil karya arek Jember, asli buatan tangan Jember Banget untuk anda Sahabat Jember Banget.

Mengenai mesin-mesin itu..?! Saya masih terus usaha.

Salam.
Eja

Jember Banget..
Kaos JB..
Bengkel JB Baru....
Tempat produksi..
Ruang Sablon...
Belum di jahit...
Ruang Kasir Bengkel JB Baru...
Ruang Disply Kaos JB...
Bengkel JB Lama...
Dulu Yang Nyempil...
Ruang display bengkel lama...
Meja kasir bengkel lama...

Share
Return top